Senin, 08 April 2013

KUNCI PINTU SURGA


Assalamu’alaikum Wr. Wb
Kalau kita ingin menghidupkan motor, pasti kita butuh kunci untuk menghidupkannya, ketika kita ingin membuka pintu rumah, pasti kita butuh kunci untuk membukanya, ketika kita ingin membuka Facebook, Twitter, dan sejenisnya kita butuh kunci (password) untuk membukanya, jangankan pintu, motor, Facebook, Twitter dll Kalau kita ingin membuka hati orang saja kita butuh kunci kok, yang jelas bukan kunci inggris, obeng dan antek-anteknya. hehehe
Kalau berbicara tentang kunci, teringat bahwa untuk masuk surganya Allah kita harus memiliki kunci, kalau tidak ya tidak masuk surge dong. Bisa disimpulkan bahwa kunci tersebut adalah sesuatu yang sangat berperan penting didalamnya. Kalau tidak punya kunci motor, kita tidak bisa menghidupkan motor, kalau tidak punya kunci pintu rumah, kita tidak bisa masuk, apa lagi kalau tidak punya kunci masuk surganya Allah, ya jelas kita tidak akan bisa masuk surganya Allah dong. Trus… kuncinya apa dong? jawabannya adalah Sholat, yah sholat fardhu yang wajib dilaksanakan 5x dalam sehari. Saya rasa anda sudah sering mendengar pembicaraan ini namun, saya hanya bermaksud mengingatkan kembali untuk diri saya sendiri khusunya dan kepada para pembaca sekalian. Kalau dicermati 5x dalam sehari itu kelihatan enteng ya, namun dalam kenyataannya, masih banyak yang meninggalkannya, pada hal itu wajib lho.. masih banyak yang sering melalaikannya, masih banyak yang sering mengacuhkannya, dan masih banyak juga yang dengan sadar tidak melaksanakannya. Bukannya ketika kita masih didalam rahim ibu kita sudah terikat kontrak dengan Allah?, yang isinya kalau kita bersedia untuk melaksanakan sholat? Tapi kenapa kita masih saja banyak yang meninggalkannya?semoga saya dan anda sekalian bukan termasuk orang-orang yang meninggalkan sholat. Amin.
Dalam sebuah perjalanan saya ketika dari Klaten menuju ke Yogyakarta, dengan tidak sengaja saya melihat mobil truk bermuatan pasir berhenti di sebuah masjid. Saya kemudian ikut berhenti karena rencana saya ingin sekalian sholat Asar berjama’ah. Tak disangka ternyata bapak-bapak sopir ini berhenti tidak hanya untuk beristirahat saja, namun mereka juga ikut sholat asar berjama’ah. Dengan mengenakan kaos dan sarung serta peci mereka masuk ke dalam sebuah masjid dan mengikuti sholat berjama’ah. Setelah selesai sholat saya mencoba berfikir dan membayangkan jikalau yang menjadi sopir tersebut adalah saya, apakah saya mampu seperti bapak-bapak sopir ini?sudah pekerjaannya yang tergolong pekerjaan kasar, tapi mereka tidak mau ketinggalan sholat berjama’ah juga, sedangkan saya saja yang belum punya tanggung jawab seperti bapak-bapak sopir ini, masih sering bermalas-malasan ketika adzan dikumandangkan, masih sering mengundur-undur waktu sholat, padahal jika dipahami kembali seharusnya saya kudu lebih rajin untuk sholat tepat waktu dan berjama’ah dari pada bapak-bapak sopir ini, ya? Ahh…memang bapak-bapak sopir tadi telah memberikan pelajaran berharga untuk saya agar lebih semangat dan sadar untuk melaksanakan sholat tepat waktu dan berjama’ah.
Sebuah pelajaran beharga kembali saya dapatkan ketika saya sedang berkunjung ke tempat KKN saya yang berada di Gunungkidul. Saya melihat beberapa orang petani yang telah selesai memanen padi mereka, awalnya saya penasaran sebab dari kejauhan mereka berbaris seperti shof dalam sholat, namun, ternyata setelah saya lihat lebih dekat mereka memang benar-benar sedang sholat. Subhanallah… bayangkan mereka sholat dipinggir jalan dengan berjama’ah, karena ketika itu memang sudah masuk sholat Asar, dan letak masjid memang sedikit jauh dari lokasi tersebut. Sontak saya langsung malu kepada diri saya, sebab sudah masuk waktu sholat kenapa tadi ketemu masjid saya tidak berhenti dulu untuk sholat. Begitu ketemu masjid saya pun langsung berhenti dan melaksanakan sholat. Setelah sholat kembali saya merenung dan kagum terhadap para petani tadi yang secara tidak langsung memberikan tamparan kepada saya untuk kembali sadar betapa PENTINGNYA sholat. Mereka saja yang pekerjaannya kasar, berat tapi mereka tetap tidak meninggalkan sholat, sedangkan saya? hanya seorang mahasiswa yang bisa dikatakan segala sesuatu masih minta orang tua, dan belum memiliki tanggung jawab besar, tapi saya masih sering tidak sholat tepat waktu. Astaghfirullah….
Cerita tersebut memang pelajaran berharga bagi saya dan mungkin para pembaca sekalian, betapa hebatnya mereka yang kerjanya adalah pekerjaan kasar tapi mereka tetap tidak mau meninggalkan sholat, sedangkan kita yang mungkin masih tergolong lebih ringan tanggung jawabnya, mari kita lebih semangat untuk melaksanakan sholat 5 waktu. Sungguh bapak-bapak sopir dan para petani tersebut adalah calon penghuni surga yang bisa kita contoh, meskipun berat tanggung jawab yang kita emban, jangan sampai kita meninggalkan sholat.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7).
Kita bisa belajar dari mereka , jangan sampai kesibukan menghalangi kita dari sholat tepat waktu.
Semoga bermanfaat…
Wassalamu’alaikum Wr. Wb