Rabu, 03 April 2013

ANAK KECIL

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Hari minggu yang cerah ini saya bersama dengan kelima teman saya seperti biasa mengadakan sebuah kegiatan bermain sambil belajar bersama dengan anak-anak kecil yang berada didesa, tepatnya dilereng merapi. Kegiatan untuk minggu ini adalah kelas kreatifitas, disini kami bersama dengan anak-anak akan bermain tanah liat membuat bermacam-macam kerajinan yang berasal dari tanah liat. Raut kegembiraan terpapar dari muka anak-anak, ketika kami mebagikan tanah liat kepada mereka. Yah, namanya juga anak-anak, ada yang suka usil, ngeyel kalau dibilangin, dan suka rebutan, tapi bukan rebutan pacar lho ya,hehehe
Banyak sekali tingkah mereka yang kerap kali membuat kami kesusahan, jengkel dan lain sebagainya, tapi tidak jarang tingkah laku mereka juga kerap membuat kami tertawa, terhibur dan mengasyikkan pastinya. Namun, dari situlah sebenarnya kita dituntut untuk bisa belajar dan memahami karakter anak-anak yang masih usia dini. Terutama bagi anda para orang tua maupun CALON orang tua, jangan salah ya saya juga besok pengen jadi orang tua juga.hehehe
Anak yang masih berusia dini itu masih suci dan terbebas dari dosa (ma’sum). Fitrah ilahiah masih aktif bekerja pada diri mereka serta belum tertutupi oleh perilaku dosa. Dalam buku “Orangtuanya Manusia” karangan Munif Chatib tertulis sebuah catatan: “Ada makna yang dalam, penyebab anak kecil bebas dari dosa. Ternyata, fitrah ilahiah-nya belum terkotori. Orang tua harus belajar darinya. Suka menangis, symbol dari kelembutan hati. Suka bermain tanah, mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Suka berkelahi namun tanpa dendam, symbol pemaaf. Tidak pernah menyimpan untuk besok, symbol tawakal kepada Sanag Maha Pemberi. Dan suka membangun lalu merobohkan, symbol untuk tidak cinta dunia.” Setelah membaca catatan tersebut dan saya kaitkan dengan kegiatan anak-anak setiap minggu pagi ternyata terdapat banyak sekali pelajaran untuk saya dan juga mungkin kepada para pembaca. Rasulullah SAW. dalam sebuah riwayatnya mengatakan bahwa beliau paling suka jika bercengkerama dengan anak-anak kecil, dengan lima alasan:
1. Anak kecil suka menangis
Tidak sedikit anak-anak usia dini suka menangis, apa lagi kalau mereka merasa telah berbuat salah, dengan cepat pasti mereka segera menangis. Dari menangis tersebut sebenarnya terdapat sebuah arti yaitu tanda kelembutan hati. Jadi bisa dikatakan bahwa anak usia dini adalah manusia yang paling lembut hatinya. Sebaliknya, orang dewasa malah jarang sekali menangis.
2. Anak kecil suka bermain tanah
Pada umumnya, anak berusia dini suka bermain tanah dalam berbagai bentuk. Hakikat dari permainan itu memberikan indikator bahwa anak kecil sebenanya mengetahui dari mana dia berasal dan kemana akan kembali, jawabnya adalah tanah. Kalau saya renungi kembali ternyata saya banyak melupakan asal dan tujuan hidup saya. Dengan tidak disengaja ternyata melihat anak-anak bermain tanah mengingatkan kepada saya kembali bahwa saya dan kalian semua sebagai manusia terbuat dari tanah dan akan kembali ke tanah. Jadi apabila anda yang sudah memiliki anak atau mungkin adek yang masih usia dini, jangan buru-buru memarahinya ketika sang anak sedang bermain tanah, jadikanlah momen saat anak bermain sebagai alat untuk intropeksi diri.
3. Anak kecil tidak punya rasa dendam
Coba perhatikan ketika anak usia dini yang sedang berebut sesuatu dengan temannya, bahkan mereka sampai berkelahi. Setelah mereka puas maka dengan mudahnya mereka akur kembali dan berteman kembali sambil tertawa dan bergandengan tangan, sepertinya mereka telah lupa dengan perkelahian tadi, sebab mereka tidak memiliki rasa dendam. Ketika saya renungkan kembali mereka sangat berbeda dengan saya yang terkadang masih punya perasaan sulit memaafkan. Terkadang, ketika anak-anak kecil berkelahi, dalm waktu 10 menit kemudian, mereka sudah akur kembali. Berbeda dengan orang dewasa, mungkin sampai sepuluh bulan juga masih bermusuhan dan tak saling menyapa. Bayangkan saja jika didunia ini hanya berisi orang-orang yang memiliki sifat seperti anak kecil (pemaaf) mungkin tidak akan ada PERANG kali ya, hehehe
4. Anak kecil tidak pernah menyimpan sesuatu untuk esok hari
Coba lihat kembali ketika anak-anak berusia dini memiliki sesuatu, misalkan makanan, maka dengan segera mereka ingin menghabiskannya dengan berbagai cara : dimakan sendiri, atau berbagi dengan temannya. Karena mereka tidak mempunyai perencanaan untuk menyimpan harta atau barang yang dimilikinya untuk esok hari, akibatnya mereka tidak pelit. Sepertinya, mereka punya keyakinan bahwa rezeki sudah dijamin oleh Allah SWT. Sehingga, mereka memahami betul konsep tawakal dalam hidup ini. Kagum deh…hehehe
5. Anak kecil cepat membuat dan cepat merusak
Anak usia dini paling suka melakukan kegiatan seperti membangun atau membuat sesuatu. Mereka bisa betah berlama-lama membentuk suatu bangunan dari balok misalnya. Ketika bangunan dari susunan balok tersebut sudah berdiri kokh, si kecil akan memandanginya sampai puas. Selanjutnya, tanpa alasan yang jelas, dirusaklah susunan balok tersebut. Kalau saya renungkan, bukankah kondisi ini mencerminkan anak usia dini tidak pernah diperbudak oleh materi? Sepertinya, anak usia dini mengajarkan kepada saya dan mungkin anda sekalian bahwa didunia ini tidak ada yang kekal kecuali Allah SWT.
Sampai disini, saya pikir kita harus kembali kepada FITRAH anak usia dini yang suci. Lima hal tersebut mestinya menjadi titik tolak bahwa banyak sekali hikmah yang dapat kita pelajari dari anak usia dini. Disamping perilakunya yang lucu dan menggemaskan banyak sekali hikmah yang dapat kita pelajari dan mungkin bisa kita tiru untuk kebaikan perilaku kita. 
Semoga bermanfaat.
Wassalamu;alaikum Wr. Wb