Senin, 08 April 2013

MASTERPIECE


Assalamu’alaikum Wr. WB
Pagi yang cerah ketika saya akan berangkat kekampus saya mampir sejenak ke sebuah warung elit dan berkelas di Yogyakarta, yaitu BURJO.hehehe
Saya hanya ingin ngopi sejenak untuk menambah semangat aktivitas seharian saya, dan dengan tidak sengaja waktu itu saya melihat acara televisi yang sedang memberitakan seorang bayi yang dibuang oleh orangtuanya yang BIADAB dan tak BERTANGGUNG JAWAB. Duh… dalam hati saya hanya mengucap beristighfar. Bukankah menjadi orang tua adalah sebuah berkah besar yang diberikan Allah Swt. kepada hamba-Nya? tapi kenapa masih saja banyak yang berbuat sadisme kepada anaknya?
Setelah selesai aktivitas seharian dikampus, saya langsung mencoba berkeliaran di Internet mencoba mencari berita tentang bayi yang dibuang atau dijual oleh orangtuanya, dan betapa kagetnya saya melihat ribuan kasus yang muncul :
1. TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Para pengunjung ITC BSD City, Kota Tangerang Selatan, Kamis (4/4/2013) malam, dikejutkan dengan temuan mayat janin bayi laki-laki berusia enam bulan.
2. BANDA ACEH, KOMPAS.com -- Sesosok bayi laki-laki ditemukan di teras rumah seorang bidan di kawasan Lhoknga, Aceh Besar. Bayi dengan jenis kelamin laki-laki ini diperkirakan baru berusia satu hari dan memiliki panjang badan 50 cm. Penemuan bayi laki-laki ini menghebohkan warga Lhoknga.
Kanit PPA Polda Aceh, AKP Elviana, mengatakan baru mendapat laporan temuan bayi pada Senin (14/1/2013) pagi, sesaat sang bayi sudah mendapat perawatan di ruang pusat pelayanan terpadu Rumah Sakit Bhayangkari Banda Aceh.
3. Jakarta, Kompas - Minggu (8/7) pagi, warga Jakarta Selatan dikejutkan sesosok bayi di trotoar sekitar Taman Ayodya. Warga menemukan bayi yang diperkirakan berumur dua minggu itu dalam bungkusan kain bedong berwarna biru. Kondisi bayi agak pucat kekuningan, sementara semua anggota tubuhnya lengkap, tidak ada yang terluka.
4. JAKARTA (KRjogja.com) - Warga RW 05 Jalan Prapatan satu, Senen, Jakarta Pusat, digegerkan oleh penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan. Mayat bayi itu ditemukan di tempat pembuangan sampah di samping pos RW 05.
Menurut Kepala Polisi Sektor (Kapolsek)Senen, Kompol Kartono, mayat bayi tersebut sempat mengeluarkan darah dari hidungnya. "Ditemukan di dalam kardus yang dibungkus plastik warna biru, mayat bayi itu dibuang," kata Kartono, Senin (11/03/2013).
5. SOLO (KRjogja.com) - Warga Sriwedari Laweyan Solo geger menyusul ditemukannya bayi berjenis kelamin perempuan dalam kondisi hidup dibuang di dekat masjid Kebonan Sriwedari Solo, Kamis (10/1). Polisi masih menyelidiki dan mencari pelaku yang tega menelantarkan bayi tak berdosa itu.
Membaca beberapa petikan berita diatas, sepertinya “oknum orangtua” sudah tidak punya hati dan kasih sayang lagi terhadap buah hatinya. Kenapa harus seperti itu?
Munif Chatib dalam bukunya Orangtuanya Manusia mengatakan, “Menjadi orangtua merupakan pengalaman yang luar biasa. Menjadi orangtua mempunyai dampak besar bagi kehidupan dunia dan akhirat.”
Bukankah anak itu adalah amanah dari Allah Swt.? “Anakmu bukanlah milikmu. Mereka adalah putra-putri Sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau. Mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu…” –Kahlil Gibran.
Percayalah bahwa setiap anak yang lahir dari rahim ibunya di muka bumi ini, dalam kondisi seperti apapun, ia adalah masterpiece karya agung Tuhannya, sebab Allah tidak pernah membuat produk-produk gagal. Hanya saja kesabaran orangtuanya yang sedang diuji. Kata Pak Munif Chatib dalam bukunya Orangtuanya Manusia.
Kalau dikaitkan dengan kasus diatas, sepertinya dibutuhkan sekali kesadaran untuk menjadi orangtua. Tapi tidak perlu anda takut untuk menjadi orangtua. Apakah ada diantara kalian yang tidak ingin menjadi orangtua?hehehe
Saya rasa tidak perlu takut menjadi orangtua, kala amanah (anak) itu hadir di dunia dan kita terpilih untuk menjadi orangtuanya, pola pikir kita harus benar dalam memandang sosok anak kita itu. Jika salah, yang ada anak tersebut hanya akan menjadi seonggok beban kehidupan yang menghantui orangtua.
Trus… bagaimana jika anak tersebut dalam kenyataannya adalah anak yang bodoh karena tidak bisa mengerjakan soal-soal bidang studi ini dan itu? Anggaplah bahwa seorang anak adalah Bintang, yang sinarnya mampu menerangi dunia. Bagaimanapun itu kondisinya, anak adalah sebuah bintang dan juara. Ketika para orangtua memiliki pola fikir yang “on” terhadap anak mereka, maka anak tersebut akan menjadi bintang. Demikian sebaliknya jika para orangtua memiliki pola pikir yang “off” terhadap anak mereka, maka anak tak akan menjadi apa pun.
Anda kenal dengan Habibie Afsyah? sosok internet marketer yang difabel. Pria kelahiran Jakarta, 6 Januari 1988 ini menderita Muscular Dytrophy tipe Becker. Suatu mutasi spontan di gen systropin pada kromosom XP21. Penyakit yang secara perlahan membuat otot-ototnya menjadi semakin melemah dan fisiknya menjadi tak berdaya. Ia bahkan divonis oleh dokter akan meninggal pada usia 24 tahun. Namun berkat dorongan dari dalam diri serta keluarganya, ia pun bangkit. Habibie sekilas tampak lunglai di kursi rodanya. Namun saat berbincang dengannya, ada semangat yang berbanding terbalik 180 derajat dari kondisi fisiknya. Semua keberhasilan yang ia peroleh tidak luput dari dorongan orang tua, semangat ibunya yang meyakini bahwa Habibie adalah anak yang mempunyai bakat luar biasa dibanding dengan anak-anak lain ternyata terjawab oleh kesuksesannya. Ibunya dengan tulus, ikhlas dan sabar selalu mendampingi Habibie kemanapun ia pergi, dan siap siaga ketika Habibie minta tolong atau menyuruhnya. Semua hartanya hampir terkuras demi kesembuhan Habibie dan untuk kursus Habibie, karena ibunya yakin kalau Habibie adalah Bintang yang akan menerangi dunia. Selesainya kursus, habibie mencoba mengembangkan  dalam bisnis pemasaran dengan membuat sebuah website, padahal itu tak mudah, Namun ia mampu melakukannya. Kini, perjuangannya membuahkan hasil. Ia kerap diundang sebagai pembicara di berbagai seminar. Mulai sebagai Pembicara di seminar Internet Marketing Laga Einvenst UI 2008, Pembicara Edu-Preneur di Univ. Pendidikan Indonesia Negeri - UPI Bandung 2009 dan sebagainnya.
Membaca cerita diatas sungguh mengharukan sekali dan orangtua mana sih yang tidak bangga melihat anaknya sukses? “menjadi orangtua tidaklah berat bebannya selama kita berfikir positif, tugasnya hanya sederhana, yaitu menerima dengan ikhlas dan mendidik dengan berbagai cara. bak bintang, sampai sinarnya menerangi dunia, atau minimal menjadi pelita untuk sepetak ruang yang gelap dirumah kita.” Munif Chatib.
Bagaimana dengan anda sekarang, siapkah anda menjadi orangtua? ataukah anda tidak ingin menjadi orang tua? hehehe semua itu anda-lah yang menentukan. Siapa lagi yang akan selamanya memanggil anda ayah/ibu kalau bukan anak anda, siapa lagi yang akan mendo’akan anda kelak jika anda sudah mati? tak lain adalah anak anda. Orang lain tidak akan selamanya mampu memberikan kebahagiaan sebahagia yang diberikan oleh anak anda.
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb