Selasa, 15 Januari 2013

2 UNSUR DALAM DIRI MANUSIA


Assalamu’alikum Wr Wb
Manusia itu mengandung 2 unsur yaitu kemalaikatan dan kehewanan. Unsur kemalaikatan yaitu dada keatas dan unsur kehewanan itu dada kebawah. Sebab kenapa, karena didada ada hati untuk merasa, dan dikepala ada otak untuk berfikir. Jadi yang disebut manusia yang manusiawi itu mampu menggunakan dada keatas dan mampu menonjolkan dada keatas untuk mengatur dada kebawah. Sebab dada kebawah secara organ tubuh apa yang dimiliki manusia dan hewan tidak ada bedanya. Manusia punya perut hewan juga, manusia punya bokong hewan juga punya, manusia punya “anu” hewan juga punya. Sama semuanya tidak ada yang beda. Jikalau manusia lebih menonjolkan dada kebawah ketimbang dada keatas maka harganya lebih murah ketimbang kambing. Kalau manusia itu tidak menggunakan hati dan akalnya disebut orang edan atau orang gendeng. Jadi kalau orang sudah gendeng misal dijual masih mahalan hewannya,.betul…???
Nih contohnya, jika ada orang gendeng dengan sapi gendeng sama-sama ditawarkan kepada pembeli pasti pembeli lebih milih sapi yang gendeng, coba saja kalau ada sapi gendeng lepas dari kandangnya dan sampean triak-triak “wooooyy… Sapiku yang gendeng lepas neh dari kandangnya, siapa yang bisa nangkep ambil aja noh sapinya…!!!”, pasti sekampung pada nguber-nguber sapi tersebut, beda kalau yang gendeng itu saudara sampean, sampean triak-triak kalau saudara sampean gendeng lari-lari dan bagi yang menemukannya akan jadi miliknya, satu pun saya rasa tidak akan ada yang mau ngejar. Ada lagi, misalkan sampean punya kambing jantan gendeng, kambing tersebut lari dari kandangnya tidak pamitan lagi sama sampean, akhirnya masuk kandang kambing milik tetangganya yang ada kambing betinanya, alhasil kambing tetangganya hamil. Apa reaksi yang punya kambing betina tersebut? marah? wohohoo..yang ada malah seneng, coba sekarang sampean punya anak laki-laki keluar rumah g pamitan sama sampean masuk rumah tetangga yang punya anak perawan, dan setelah itu anaknya hamil. Apakah pemilik anak perawan akan berterimakasih kepada sampean? wkwkwk yang ada disangkur tuh sama bapaknya…hehe
Kalau kita cuma ingin hasil dari dada kebawah, masih mahalan hasil dari dada kebawah miliknya hewan. Nih contoh lagi, mantan sate dibandingkan mantan rumput itu lebih baik mantan rumput, sebab sate diolah dan diproses oleh manusia dan dimakan manusia keluar dari tubuh manusia jadi apa??? PISANG GORENG. Kalau rumput diolah dan diproses serta dimakan kambing keluarnya dari tubuh jadi butir-butir kecil bagus seperti kacang atom.haha Coba sekarang pak tani itu misal disuruh milih akan pilih mana, pasti milih yang butir-butir kecil seperti kacang atom itu hasil produk dari kambing biarpun yang pisang goring itu produk kyai, pasti pak tani pilih yang produk kambing. Itulah sebabnya apabila kita Cuma menonjolkan dada kebawah itu tidak akan ada harganya, berbeda dengan kita yang menonjolkan dada keatas, pasti akan jauh lebih berharga dari pada dada keatas miliknya hewan. Oleh karena itu perbedaan manusia dengan hewan yaitu bisa dibuktikan dengan dada keatas, kita punya hati dan akal untuk berfikir serta menjaga organ-organ tubuh yang berada pada dada kebawah agar tidak disalah gunakan serta memiliki harga yang jauh lebih mahal ketimbang hewan. Lhoh… jika manusia menonjolkan dada keatas jangankan mahal harganya, pesawat terbang model tercanggih bisa dibuat, alat komunikasi tercanggih bisa dibuat, lapangan pekerjaan bisa dibuat, coba sekarang dibandingkan dengan dada keatas milik hewan. Ada kah harganya? tidak akan ada harganya, sebab hewan tidak bisa menggunakan dada keatas. Itulah sebabnya manusia itu makhluk Allah yang sempurna, artinya ketika dia menonjolkan dada keatas maka dia akan menjadi manusia yang manusiawi. J
Baiklah kalau gitu, mungkin coretan ini bisa bermanfaat bagi saya khususnya dan pembaca umumnya, saya minta maaf jika dalam mengambil contoh kurang baik, atau ada kata-kata yang menyinggung dan bila ada kesalahan serta kekurangan mohon kebenarannya disertakan dalam komentar. Sekian terimakasih.
Wassalamu’alaikum….wr. wb

Sumber: Pengajian Rutin Wisata Hati