Minggu, 03 Maret 2013

Niat dan Keinginan itu Beda, Lho...!

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Sejauh ini kita hanya bisa  menganggap niat merupakan sebuah hal yang remeh, padahal peran serta niat tidak dapat kita anak tirikan dalam kehidupan kita. Pertanyaannya, dapatkah kita membedakan antara niat dengan keinginan.... ???
Satu pertanyaan sederhana yang dapat mengubah kehidupan kita. Tak terfikirkan sebelumnya kan.... ??? nah... pada kali  ini marilah kita membahas bersama mengenai niat serta peran sertanya dalam kehidupan kita.
  1. Tempat bersemayamnya niat
Sama halnya seperti manusia, niat juga mempunyai tempat bersemayam khusus dalam tubuh manusia. Tempat bersemayam niat adalah hati. Hati merupakan sekumpulan daging yang berukuran kurang lebih segenggaman tangan manusia. Meskipun ukurannya yang tidak begitu besar, peran hati tidak dapat diremehkan  karena hati merupakan tempat berkumpulnya semua bisikan- bisikan manusia.
Allah sengaja menciptakan  hati sebagai perangkat bersemayamnya niat dan di dalam hati ada satu  makhluk yang bersemayam yaitu syaitan. Allah menciptakan syaitan tidak lain dengan tujuan untuk menggoda manusia agar manusia tidak lulus ujian dalam menggapai surga yang tertinggi.
Pada pembahasan tentang syaitan, saya sengaja tidak menuliskan pada pembahasan tentang niat karena saya khawatir pembahasan tentang niat akan meluas dan tidak bisa meruncing pembahasannya. Dalam hal ini saya sengaja menuliskan rubrik khusus  mengenai syaitan dan makhluk ghaib lainnya.
 Kembali ke materi tentang niat. Dalam pembahasan tentang hati tidak akan lepas dari hadits nabi yang sangat kompleks membahas tentang hati dan peran sertanya yang berhubungan dengan niat.
Adapun  hadits nabi SAW. Yang berhubungan dengan penjelasan di atas  yang artinya adalah sebagai berikut :
“dalam  tubuh manusia ada segumpal darah (daging), apabila segumpal darah tersebut baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh. Dan apabila segumpal daging tersebut jelek, maka akan buruklah seluruh anggota tubuh, segumpal daging tersebut adalah hati ”.
Hati ibarat raja. Bayangkan saja bila mana seorang raja yang memimpin suatu kerajaan merupakan raja yang  dholim, maka akan menyengsarakan masyarakatnya serta menyesatkannya dalam kegelapan. Berbeda dengan raja yang bijaksana, maka ia akan selalu mengayomi dan menuntun masyarakatnya ke jalan yang benar dan diriloi Allah SWT.
Maka dari itu, peran serta hati sebagai perangkat bersemayamnya niat tidak dapat kita abaikan begitu saja. Dalam hal ini penulis juga akan menuliskan tentang hal- hal yang dapat mempengaruhi kesehatan hati (rohaniah).
  1. Pengaruh makanan terhadap hati (rohaniah).
Makanan merupakan salah satu pemicu agar organ- organ tubuh dapat bekerja secara maksimal Begitu juga peran serta makanan terhadap keadaan hati. dalam ilmu tasawuf dijelaskan bahwasanya makanan yang halal dapat mempengaruhi keadaan hati (rohaniah), sama halnya dengan makanan yang haram.
Oleh karena itu Allah SWT. Memerintahkan umat islam agar memakan makanan yang halal yang kemudian Allah memerintahkan umat islam beramal sholeh. Dalam hal ini ada salah satu ayat Al- qur’an yang berhubungan dengan  Pengaruh makanan terhadap hati (rohaniah) yang artinya :
“makanlah kalian semua makanan yang baik (halal) dan beramallah sholeh kalian semua”.
Pertanyaannya… kenapa dalam ayat tersebut Allah memerintahkan memakan makanan yang halal kemudian disusul dengan perintah beramal yang sholeh… ???
Jawabannya adalah tidak dapat dipungkiri bahwasanya makanan merupakan sumber kekuatan manusia. Bilamana makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia itu berasal dari makanan yang halal, maka hati juga tumbuh dari bibit yang halal dan menjadi hati yang dapat menerima nur ilahiyah dengan mudah.
Begitu juga sebaliknya, bilamana makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia itu berasal dari makanan yang haram, maka hati juga tumbuh dari bibit yang haram dan menjadi hati yang sulit menerima nur ilahiyah.
Hati merupakan kendaraan bagi niat. bilamana sebuah kendaraan yang kita tumpangi itu kendaraan tidak dapat berjalan dengan baik, maka kita juga tidak akan dapat menikmati perjalanan menuju ke tempat yang kita harapkan.
Berbeda bilamana kendaraan yang kita tumpangi itu kendaraan yang dapat berjalan dengan baik, maka kita juga akan dapat menikmati perjalanan menuju ke tempat yang kita harapkan.
Itulah gambaran hati kita. Apabila hati kita terpasoki oleh makanan dari hasil kerja halal, maka hati kita akan dapat bekerja dengan baik serta niat kita juga menjadi baik dan kita juga akan dapat menuju surga yang kita harapkan selama ini. Begitu juga sebaliknya.
C.     Perbedaan niat dengan keinginan.
Marilah kita sejenak berfikir. Apakah sama antara niat dengan keinginan… ??? tentu tidak sama kan… ???.
Selama ini kita dalam kebingungan mengenai niat dan keinginan. Apakah sama ?
Jelas niat dan keinginan berbeda jauh. Maka dari itu Saya akan memberikan gambaran mengenai perbedaan  antara niat dengan keinginan.
nah… maka dari itu marilah kita lanjutkan pembahasan kita mengenai perbedaan niat dengan keinginan.
Pada dasarnya niat dan keinginan itu merupakan 2 komponen yag tidak dapat dilepaskan karena saling berkaitan. Keinginan merupakan bisikan hati yang berhubungan dengan apa yang seseorang inginkan.
Misalnya kita melihat mobil yang sangat bagus, maka dalam keadaan normalnya setelah melihat mobil yang bagus tersebut hati kita akan berbisik “wah… bagus bener tu mobil,jadi pengen beli… “
Bilamana hati telah berbisik, mau tidak mau anggota  lainnya juga akan bergerak sesuai keinginan hati. dalam hal ini otak merupakan organ pertama yang merespon keinginan hati. otak akan terus melamunkan dan memikirkan bagaimana cara kita membeli mobil yang sudah kita lihat tersebut.
Setelah itu hati akan merespon pemikiran otak dengan cara memunculkan niatan tertentu. Setelah itu organ selain hati, kaki misalnya akan bergerak, kerja dan terus kerja demi satu tujuan yaitu memiliki mobil yang bagus tersebut.
Lantas, apa perbedaan antara niat dan keinginan… ???
Pada gambaran keterkaitan antara niat dengan keinginan tersebut dapat kita pilah, mana niat dan mana keinginan. Pertama apabila setelah kita melihat mobil yang bagus kemudian hati kita berbisik ingin memiliki mobil tersebut tapi kita hanya bisa melamun dan melamun tanpa adanya usaha, maka itulah yang dinamakan keinginan. Kedua setelah kita melihat mobil yang bagus kemudian hati kita berbisik ingin memiliki mobil tersebut disertai dengan usaha kita untuk memperolehnya, maka itulah yang disebut niat.
Jadi bisa disimpulkan bahwasanya perbedaan antara keinginan dan niat yaitu :
·         Keinginan merupakan sebatas bayangan-bayang tanpa realisasi dalam bentuk tindakan yang jelas.
·         Sedangkan niat merupakan realisasi dari keinginan yang kuat.
Maka dari itu keinginan dan niat tidak dapat dipisahkan karena saling terkait satu sama lainnya. Apabila ada seseorang yang berkata ”aku niat banget menguasai materi MTK yang ruet ini” lantas orang tersebut tidak dapat menguasai materi yang ia niatkan, maka orang tersebut hanya tergolong orang yang hanya bisa berangan- angan kosong dan kurang muat niatnya. Berbeda dengan orang yang kuat niatnya. Ia akan berusaha dan berusaha sampai ia mencapai satu titik yang ia inginkan.
 
Wassalamu'alaikum Wr. Wb